band rock jepang terkaya

Band rock Jepang terkaya sedunia sepertinya sama sekali tidak pernah masuk pantauan radar anda sepanjang sejarah permusikan negeri penyembah matahari. Namanya adalah L’arc-en-Ciel, atau orang Indonesia biasa lebih senang menyebutnya Laruku saja, selain lebih akrab juga lebih mudah spellingnya.

Aula utama Madison Square Garden baru saja meredup menuju pemadaman secara sengaja sekitar sepuluh menit sebelumnya mendekati detik-detik mulainya konser. Dari semenjak saat itu, kerumunan massa terus – menerus histeris meneriakkan nama setiap personel Laruku sekuat tenaga sampai suara menjadi serak.

Penanda paling utama mengenai kemunculan rombongan idola sementara hanya berasal dari hentakan – hentakan kecil hasil produksi speaker raksasa panggung pementasan. Kendati masih juga belum menunjukkan batang hidungnya, pesona band Laruku begitu kental terasa menghipnotis puluhan ribu penggemar setianya selama ini.

band rock jepang terkaya yaitu Laruku

Mendadak tanpa ancang – ancang, layar LED seukuran Ultraman berkelap-kelip seraya memproyeksikan sebuah kata tunggal tanpa hiasan muluk bertuliskan hanya ‘calling’. Peserta konser akbar band rock asal produsen anime tersebut sontak berteriak membuat gemuruh venue acara pada malam hari menakjubkan.

Semarak lampu segala macam bentuk, warna, serta tingkat pencahayaan, memenuhi sebisa mungkin seluruh sudut panggung sampai menyoroti kehadiran empat sosok. Alat musik mulai mengalunkan nada, menciptakan harmoni atas kegilaan lengkingan khas Metallica berbalut warna vokal mirip U2 plus sentuhan anime.

Band Rock Jepang Terkaya Menghibur Lewat Keajaiban

“Calling The Fallen Angel!” begitulah Hyde sang penyanyi Laruku mengawali sapaan terhadap lautan penggemar berhadapan langsung menatapnya hanya terpisah panggung. Penampilannya sangat nyentrik, berambut blonde panjang terkepang lalu berkumpul layaknya Medusa, menyihir dengan goyangan nyelenehnya sambil sesekali berlompatan bak anak-anak.

Acara konser sekaligus jumpa fans perdana Laruku di Amerika Serikat malam itu gegap gempita membuat Madison Square Garden penuh sesak. Sekedar informasi, tidak sembarangan musisi dapat menggelar sebuah konser megah di MSG sehingga menjadi idaman pegiat musik seluruh dunia.

Dari sekian banyak kandidat pencicip meriahnya panggung MSG, siapa akan menyangka bahwa Laruku telah menjadi salah satu penerima kehormatan menjajalnya. Besar sekali kemungkinannya bahwa nama L’arc-en-Ciel baru pertama kali melewati sepasang pendengaran telinga anda seumur hidup, membuat kalian penuh pertanyaan.

band rock jepang terkaya menghibur lewat keajaiban

Laruku bisa jadi merupakan band rock Jepang terkaya menjaga eksistensi setelah berkarya melebihi 20 tahun ketika konser 2012 lalu berlangsung. Diam-diam menghanyutkan, total sudah 15 juta keping album tersebar ke seluruh penjuru dunia, sehingga mereka pantas mendapatkan penghargaan sepanjang masa.

Dua dasawarsa merupakan sebuah perjalanan bukan sebentar, melainkan pastinya banyak ujian serta hambatan telah mereka hadapi ketika produktif berkarya. Laruku telah membuktikan kedewasaan setiap personilnya dengan tetap menjaga kekompakkan meski badai datang menerpa silih berganti menghantam ketentraman serta kesejahteraannya.

Laruku Menapaki Hall of Fame Dalam Bayangan

Ketika Laruku hendak menuntaskan tour lintas negara terakhirnya bermarkas ke Tokyo pada akhir tahun, maka total pertunjukkan mencapai 17 kali. Tiket habis terjual mencatatkan setidaknya ada lebih dari lima ratus ribu kepala menerima hiburan langsung dari keriuhan aksi panggung Hyde.

Setiap lima pagelaran konser Laruku dalam negeri, perolehan pendapatan estimasi mereka sekitar USD $100 per-lembar tiket menyamai tarifnya Lady Gaga. Sementara itu, ancar-ancar penghasilan penjualan tiket manca negara yang mereka raih kurang lebih setengah pemasukan lokal alias negara Jepang sendiri.

Lebih tepatnya, cobalah kalian menggabungkan segenap penghasilan via merchandise serta penjualan album bersama raihan income konser sepanjang tahun 2012 saja. Maka dari perhitungan kasar tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa Laruku menerima USD $20 juta dari bekerja hitungan beberapa bulan.

band rock jepang terkaya Laruku menapaki hall of fame

Apabila Laruku merupakan band rock Jepang terkaya kategori klasikal, maka jelas harusnya Hyde mendapat gelar classical rockstars seperti Freddie Mercury. Gaya nyelenehnya bahkan tercermin dalam caranya berpakaian, tatkala menyanggupi sesi interview bersama team Forbes sambil memakai sunglasses raksasa merk Prada.

Bermula dari kota bernama Osaka sekitar tiga puluh tahun silam tepatnya 1991, Hyde jujur terhadap rasa bosan seringkali mendatanginya. Namun bagi hati kecilnya, penampilan di panggung terhormat Madison Square Garden akan menjadi pengalaman tak ternilai harganya seumur hidup beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *