Pemuja Setan Kehilangan Taringnya

Pemuja setan kehilangan taringnya adalah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi band rock bernama Black Sabbath. Beberapa tahun silam, sang vokalis sendiri mengumumkan kepada awak media bahwa Black Sabbath telah sampai kepada garis akhir perjalanannya sebagai sebuah penyandang aliran heavy metal legendaris.

Bahkan tur musik terakhir band tersebut memang berjudul ‘The End’ seraya ingin menginformasikan kepada para penggemarnya akan pesan tertentu. Mereka secara tidak langsung menyatakan keputusannya untuk berhenti dari jagat dunia musik rock yang selama ini telah membesarkan nama mereka di industri Hollywood.

Pemuja Setan Kehilangan Taringnya Karena Termakan OIeh Usia

Setelah hampir lima puluh tahun berkarier di industri musik, Black Sabbath kini tertatih merangkak menuju liang kubur sebagai tempat peristirahatan terakhir. Sang pemuja setan sedang bersiap menemui ajalnya untuk bertemu dengan raja setan sungguhan di alam baka karena termakan oleh usia di dunia manusia yang fana ini.

Lain halnya dengan nama besar 9 Volt grup band rock asal Surabaya yang justru tengah naik daun walaupun lewat jalur indie di Indonesia. Black Sabbath bukanlah anak baru dalam ranah hiburan musik rock khususnya heavy metal, karena ia sudah dianggap sebagai sesepuh bagi seluruh pencinta rock di penghujung muka bumi.

Terdengar begitu miris sekaligus sedih melihat bagaimana nasib para personil Black Sabbat di masa sekarang yang begitu mengenaskan dan perlu kita kasihani. Padahal mereka sempat merajai berbagai tangga musik dari berbagai macam negara baik itu barat maupun Asia sekalipun seperti misalnya Jepang dan Asia Tenggara.

Pemuja Setan Kehilangan Taringnya Menyusul Problem Oleh Para Personil

Ketua pemuja setan kehilangan taringnya berkat ulahnya sendiri yang kerap kali masuk berita kriminal bahkan wajahnya terpampang pada halaman utama. Ozzy Osbourne sebagai pengisi posisi vokalis telah berulang kali mengunjungi panti rehabilitasi karena kecanduan narkoba selama puluhan tahun lamanya.

Seakan belum cukup, sang drummer yaitu Bill Ward resmi dipecat secara sepihak oleh manajemen pada tahun 2012 silam karena mereka berselisih mengenai kontrak penghasilan. Sementara itu, Tony Iommi yang mengisi peran gitaris sedang sekarat karena bertarung melawan ganasnya kanker.

Pemuja Setan Kehilangan Taringnya Menyusul Problem Oleh Para Personil

Iommi belakangan mengeluarkan keluh kesahnya kepada wartawan majalah Rolling Stone berkenaan dengan kondisi tubuhnya yang semakin melemah. Ia mengaku sudah terlalu lelah menahan rasa sakit dan hampir menyerah sehingga tidak mungkin lagi mengadakan konser seperti ketika ia dulu masih muda dan bugar.

Publik telah mengenal nama Black Sabbath sejak puluhan tahun lamanya apalagi ketika berbicara mengenai ranah heavy metal. Nama band ini bagaikan sosok dewa dan disegani bukan hanya oleh masyarakat umum maupun penggemar setianya, namun juga dihormati sejumlah musisi ternama asal Hollywood.

Sayangnya, sehebat atau segila apapun aksi panggung mereka, Black Sabbath tidak pernah mampu menggeser posisi band rock lainnya. Nama Led Zeppelin atau The Rolling Stones terlalu besar untuk dapat mereka taklukan dan harus puas sebagai band cadangan dunia ketiga dalam bayang – bayang nama besar band rock lainnya.

Black Sabbath Pensiun Secara Sad Ending Di Penghujung Kariernya

Sedari kecil, para personil yang kini berjulukan pemuja setan kehilangan taringnya tersebut sudah mengalami pengalaman pahit dan memilukan. Semuanya berasal dari kota di Inggris bernama Birmingham di mana sebagai pusat industri maka sudah pasti lingkungannya suram dan minim sarana hiburan.

Mayoritas generasi muda yang lahir di Birmingham pastinya hanya memiliki sedikit sekali pilihan untuk bekerja mencari pemasukan sehari – hari. Misalnya saja ia harus memilih antara menjadi kuli pabrik atau berpartisipasi berbuat onar dengan geng lokal setempat dan menjarah orang asing yang lewat di kota tersebut.

Black Sabbath Pensiun Secara Sad Ending Di Penghujung Kariernya

Sang vokalis yaitu Ozzy Osbourne mengidap gangguan dalam perkembangannya menuju dewasa sheingga ia kesulitan untuk berkonsentrasi dalam hal apapun. Bahkan belakangan ia juga harus pasrah menerima nasib malangnya sebagai pengidap disleksia sehingga Osbourne selalu menjadi siswa terbelakang saat masih mengenyam pendidikan di sekolahan dulu.

Akibat dari gangguan motoriknya, ia kehilangan banyak kesempatan untuk dapat bekerja secara normal dan mengejar karier di pabrik setempat. Iommi pun juga harus berjuang melawan takdirnya dan sempat memutuskan untuk berkarier sebagai petinju profesional sebagai jalan yang ia tempuh.

Iommi melanjutkan ceritanya bahwa ia tidak pernah menyangka bisa keluar dari kota suram tersebut dan memiliki kehidupan glamour seperti sekarang ini. Baginya, hidup di kota maju dan besar saja sudah menjadi sebuah kemewahan tersendiri karena tidak perlu berurusan dengan debu dari truk kontainer sehari – hari yang sangat mengganggu pernafasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *