Perjalanan Guns N’ Roses

Perjalanan Guns N’ Roses telah sukses membawa namanya harum di kancah internasional dan menjelma menjadi sebuah brand besar sepanjang masa. Ia merupakan band rock asal Amerika Serikat beraliran keras dan enerjik semenjak pertama kali berdirinya pada 1984 lalu.

Vokalis GNR yaitu  Axl Rose berinisiasi mendirikan Guns N’ Roses bersamaan dengan Tracii Guns yang pada akhirnya memegang posisi gitaris. Guns N’ Roses diambil dari penggalan nama belakang masing – masing menandakan dua pentolan bersatu visi dan misi demi mencapai tujuan.

Ketika hendak menentukan brand, kedua orang terpandang di jagat dunia rock ini tidak sembarangan memilih, melainkan sarat makna filosofis. Guns N’ Roses juga berarti gabungan keduanya, yaitu Axl yang dulunya vokalis Hollywood Rose, serta Tracii Guns sempat mendirikan L. A. Guns.

Axl Rose disegani dalam dunia musik rock

Seperti rockstars pada umumnya, baik Axl maupun Tracii sama – sama bersifat nyeleneh dan bertindak semaunya sehingga seringkali berselisih paham. Kondisinya sangat berbeda jauh daripada kisah band J’Rocks senantiansa konsisten menjaga identitas serta kerukunan. Akibatnya, susunan personil dalam band ini berulang kali bongkar pasang sehingga pihak label rekaman kesulitan menyatukan keselarasan serta warna band.

Perjalanan Guns N’ Roses menapaki tangga kesuksesan hampir saja berhenti manakala situasi semakin kacau dan perselisihan tidak terkendali. Puncaknya adalah ketika salah satu pentolan memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi pemegang gitar elektrik, dialah Tracii Guns.

Perjalanan Guns N’ Roses Melesat Pasca Bergabungnya Slash

Perjalanan Guns N’ Roses sempat terhenti sejenak karena kekosongan pada kursi gitaris dan ini tidak dapat dibiarkan terlalu lama. Sementara itu, mereka teringat dengan kolaborasi bersama pemain gitar Black Sheep yang bernaung pada satu agen bernama Slash.

Axl Rose teringat pernah tampil menjadi pembuka acara konser band rock Christian Metal Stryper. Black Sheep juga ikut berpartisipasi sebagai band pembuka sama seperti Guns N’ Roses. Di sanalah Slash dan Axl berkenalan sampai akhirnya menjalin persahabatan erat, yang mana mulai membawa harapan baru atas semua permasalahan GNR.

Slash bersama teman semasa kecilnya yaitu Steven Adler, keduanya mendapat undangan dari Axl untuk bergabung bersama-sama membangun GNR. Mereka pun menerima tawaran tersebut dan dimulailah sejarah baru bagi band Guns N’ Roses meniti langkah demi langkah kepada top chart dunia.

Slash menambah warna baru dalam GNR

Semenjak formasi baru terbentuk pasca bergabungnya Slash, musik GNR mengalami peningkatan yang stabil serta dinamis, sehingga warna band rock ini begitu khas. Pada tahun 1987, Guns N’ Roses mendadak tenar dan menanjak naik berkat hits andalannya Sweet Child O’ Mine.

Selanjutnya band ini menelurkan banyak lagu terkenal seperti Paradise City serta Welcome To The Jungle yang begitu fenomenal di AS. Album berikutnya pun mendapat apresiasi dari khalayak ramai manakala mereka mengeluarkan hits baru berjudul Don’t Cry dan November Rain.

Kejatuhan Sang Band Rock Legendaris Kini Hanya Tersisa Kenangan

Baru saja menikmati indahnya kesuksesan sebentar saja, perjalanan Guns N’ Roses mulai mengalami grafik penurunan yang signifikan melandai ke bawah. Album terbaru mereka pada 1993 berjudul The Spaghetti Incident seolah menjadi penutup akhir masa keemasan Guns N’ Roses dalam tangga lagu Hollywood.

Mengapa sebuah band yang kerap kali menelurkan maha karya alias masterpiece bisa runtuh begitu cepatnya sebelum berhasil mengeluarkan segala potensinya? Jawabannya yaitu salah satunya karena kesalahan strategi pemasaran yang berdampak fatal pada promosi maupun jadwal tur keliling Amerika Serikat setelahnya.

Pada album The Spaghetti Incident, GNR berpikir ingin membuat sebuah terobosan dan mengira ini akan menjadi langkah bagus untuk meluaskan pasar. Mereka mendaur ulang alias cover lagu banyak artis ternama dan membuat aransemen ulang dengan ciri khas Guns N’ Roses sendiri.

Perjalanan Guns N' Roses Kini Hanya Tersisa Kenangan

Bagaikan gerakan blunder, respons dari para penggemar maupun masyarakat Amerika Serikat lebih kepada sebuah kekecewaan sebab tidak ada lagu baru. Hal ini terbukti dengan buruknya penjualan The Spaghetti Incident di berbagai negara bagian AS, sehingga perlahan nama GNR sempat meredup.

Keadaan semakin diperparah dengan pertengkaran antara Axl dengan Slash, yang menyebabkan hengkangnya gitaris tersebut pada 1996 karena masalah personal. Meskipun mereka berbaikan pada akhirnya bahkan Slash kembali pada 2016, namun kejayaan perjalanan Guns N’ Roses tidak pernah sama lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *