Sejarah American Rock Band Metallica

Sejarah American Rock Band Metallica

Metallica, band heavy metal Amerika berpengaruh yg, beserta dengan Slayer dan Anthrax, berbagi subgenre speed metal pada awal serta pertengahan 1980-an. Anggota utamanya artinya vokalis serta gitaris ritme James Hetfield (lahir tiga Agustus 1963, Downey, California, AS), drummer Lars Ulrich (lahir 26 Desember 1963, Gentofte, Denmark), gitaris Kirk Hammett (lahir November 18, 1962, San Francisco, California), dan bassis Cliff Burton (lahir 10 Februari 1962, San Francisco—meninggal 27 September 1986, dekat Stockholm, Swedia). Jason Newsted (lahir 4 Maret 1963, Battle Creek, Michigan) mengambil alih posisi bass sesudah Burton mati dalam kecelakaan bus wisata.

Dibentuk oleh gitaris Hetfield serta drummer Ulrich di tahun 1981, Metallica memakai gaya punk dan metal Inggris awal 1980-an buat album pertama mereka, Kill ‘Em All (1983). Band ini diikuti dengan Ride the Lightning (1984), sebuah album yg menghancurkan gagasan ihwal apa yg didefinisikan heavy metal. Menggunakan tema-tema sosial dan politik yang sepertinya lebih cocok dengan art rock, Ride the Lightning membagikan bahwa band ini bersedia buat memperluas batas-batas heavy metal—mungkin terutama dengan lagu penutup album, instrumental sembilan menit “The Call of Ktulu. ”

Digembar-gemborkan menjadi mahakarya oleh para kritikus, album ketiga Metallica, Master of Puppets (1986), terjual lebih dari 3 juta kopi dengan sangat sedikit dukungan berasal siaran radio. Judul lagu album dibuka menggunakan apa yg akan menjadi galat satu riff gitar heavy metal yang paling dikenal, dan lagu-lagu mirip “Battery” serta “Damage, Inc.” mendefinisikan thrash metal buat semua generasi penggemar.

Metallica sedang melakukan tur buat mendukung Master of Puppets ketika bus band terguling pada sepetak jalan es pada luar Stockholm. Burton terlempar melalui ventilasi dan mangkat seketika. Band kembali ke San Francisco dan menyewa bassis Flotsam serta Jetsam Jason Newsted buat menggantikan Burton yang lebih suka bermain slot online.

Sejarah American Rock Band Metallica

Formasi baru ini memulai debutnya pada And Justice for All (1988), sebuah album yg menyertakan “One”, single Top 40 pertama gerombolan tadi. Metallica menghasilkan video musik pertamanya buat “One,” serta lagu antiperang menerima Slot Gacor Hari Ini rotasi besar pada MTV. Band ini diikuti dengan Metallica (pula dikenal sebagai The Black Album; 1991), yg terjual lebih asal 15 juta kopi dengan kekuatan single mirip “Enter Sandman,” “The Unforgiven,” serta “Sad but True.”

Metallica mengeksplorasi suara rock Selatan di Load (1996) serta tindak lanjutnya Reload (1997). kedua album tadi terlihat lebih dapat diakses secara komersial daripada rilisan sebelumnya, serta “The Memory Remains,” sebuah lagu yang menampilkan vokal latar yg menghantui sang Marianne Faithfull, menunjukkan bahwa Hetfield mempertahankan bakatnya buat lirik yg agresif dan cerdas. tetapi, suara musik thrash metal berasal Master of Puppets kentara telah menjadi bagian dari masa lalu band ini.

Mungkin upaya buat menangkap kembali bunyi revolusioner berasal tahun-tahun awal mereka yang mengilhami Metallica buat mendaftarkan orkestra Simfoni San Francisco dalam proyek gerombolan berikutnya, S&M (1999). Album ini mengumpulkan materi berasal sepasang konser yang menjelajahi seluruh katalog belakang Metallica, dikerjakan ulang buat iringan orkestra penuh. Metallica menghabiskan sebagian akbar tahun berikutnya pada tur, tetapi anggota band, terutama Ulrich, sebagai semakin terlihat menjadi pejuang melawan layanan arsip-sharing Internet ilegal seperti Napster. sementara sikap ini di akhirnya membentuk Napster (yg terlahir kembali sebagai layanan musik berbayar yg sah mirip dengan iTunes Apple), itu membuat reaksi kembali terhadap band tadi.

No Comments

Band Rock Jepang Terkaya Sedunia Yaitu L’arc-en-Ciel

band rock jepang terkaya

Band rock Jepang terkaya sedunia sepertinya sama sekali tidak pernah masuk pantauan radar anda sepanjang sejarah permusikan negeri penyembah matahari. Namanya adalah L’arc-en-Ciel, atau orang Indonesia biasa lebih senang menyebutnya Laruku saja, selain lebih akrab juga lebih mudah spellingnya.

Aula utama Madison Square Garden baru saja meredup menuju pemadaman secara sengaja sekitar sepuluh menit sebelumnya mendekati detik-detik mulainya konser. Dari semenjak saat itu, kerumunan massa terus – menerus histeris meneriakkan nama setiap personel Laruku sekuat tenaga sampai suara menjadi serak.

Penanda paling utama mengenai kemunculan rombongan idola sementara hanya berasal dari hentakan – hentakan kecil hasil produksi speaker raksasa panggung pementasan. Kendati masih juga belum menunjukkan batang hidungnya, pesona band Laruku begitu kental terasa menghipnotis puluhan ribu penggemar setianya selama ini.

band rock jepang terkaya yaitu Laruku

Mendadak tanpa ancang – ancang, layar LED seukuran Ultraman berkelap-kelip seraya memproyeksikan sebuah kata tunggal tanpa hiasan muluk bertuliskan hanya ‘calling’. Peserta konser akbar band rock asal produsen anime tersebut sontak berteriak membuat gemuruh venue acara pada malam hari menakjubkan.

Semarak lampu segala macam bentuk, warna, serta tingkat pencahayaan, memenuhi sebisa mungkin seluruh sudut panggung sampai menyoroti kehadiran empat sosok. Alat musik mulai mengalunkan nada, menciptakan harmoni atas kegilaan lengkingan khas Metallica berbalut warna vokal mirip U2 plus sentuhan anime.

Band Rock Jepang Terkaya Menghibur Lewat Keajaiban

“Calling The Fallen Angel!” begitulah Hyde sang penyanyi Laruku mengawali sapaan terhadap lautan penggemar berhadapan langsung menatapnya hanya terpisah panggung. Penampilannya sangat nyentrik, berambut blonde panjang terkepang lalu berkumpul layaknya Medusa, menyihir dengan goyangan nyelenehnya sambil sesekali berlompatan bak anak-anak.

Acara konser sekaligus jumpa fans perdana Laruku di Amerika Serikat malam itu gegap gempita membuat Madison Square Garden penuh sesak. Sekedar informasi, tidak sembarangan musisi dapat menggelar sebuah slot konser megah di MSG sehingga menjadi idaman pegiat musik seluruh dunia.

Dari sekian banyak kandidat pencicip meriahnya panggung MSG, siapa akan menyangka bahwa Laruku telah menjadi salah satu penerima kehormatan menjajalnya. Besar sekali kemungkinannya bahwa nama L’arc-en-Ciel baru pertama kali melewati sepasang pendengaran telinga anda seumur hidup, membuat kalian penuh pertanyaan.

band rock jepang terkaya menghibur lewat keajaiban

Laruku bisa jadi merupakan band rock Jepang terkaya menjaga eksistensi setelah berkarya melebihi 20 tahun ketika konser 2012 lalu berlangsung. Diam-diam menghanyutkan, total sudah 15 juta keping album tersebar ke seluruh penjuru dunia, sehingga mereka pantas mendapatkan penghargaan sepanjang masa.

Kekayaan yang dimiliki personil band rock ini bisa melonjak sangat tinggi sekali karena mereka juga merupakan penggemar dari game slot online terbaik. Dengan waktu senggang mereka disaat sedang tidak konser itulah personil band rock jepang suka mencari sampingan dari situs https://discosperfectos.com/ yang sangat populer ini.

Dua dasawarsa merupakan sebuah perjalanan bukan sebentar, melainkan pastinya banyak ujian serta hambatan telah mereka hadapi ketika produktif berkarya. Laruku telah membuktikan kedewasaan setiap personilnya dengan tetap menjaga kekompakkan meski badai datang menerpa silih berganti menghantam ketentraman serta kesejahteraannya.

Laruku Menapaki Hall of Fame Dalam Bayangan

Ketika Laruku hendak menuntaskan tour lintas negara terakhirnya bermarkas ke Tokyo pada akhir tahun, maka total pertunjukkan mencapai 17 kali. Tiket habis terjual mencatatkan setidaknya ada lebih dari lima ratus ribu kepala menerima hiburan langsung dari keriuhan aksi panggung Hyde.

Setiap lima pagelaran konser Laruku dalam negeri, perolehan pendapatan estimasi mereka sekitar USD $100 per-lembar tiket menyamai tarifnya Lady Gaga. Sementara itu, ancar-ancar penghasilan penjualan tiket manca negara yang mereka raih kurang lebih setengah pemasukan lokal alias negara Jepang sendiri.

Lebih tepatnya, cobalah kalian menggabungkan segenap penghasilan via merchandise serta penjualan album bersama raihan income konser sepanjang tahun 2012 saja. Maka dari perhitungan kasar tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa Laruku menerima USD $20 juta dari bekerja hitungan beberapa bulan.

band rock jepang terkaya Laruku menapaki hall of fame

Apabila Laruku merupakan band rock Jepang terkaya kategori klasikal, maka jelas harusnya Hyde mendapat gelar classical rockstars seperti Freddie Mercury. Gaya nyelenehnya bahkan tercermin dalam caranya berpakaian, tatkala menyanggupi sesi interview bersama team Forbes sambil memakai sunglasses raksasa merk Prada.

Bermula dari kota bernama Osaka sekitar tiga puluh tahun silam tepatnya 1991, Hyde jujur terhadap rasa bosan seringkali mendatanginya. Namun bagi hati kecilnya, penampilan di panggung terhormat Madison Square Garden akan menjadi pengalaman tak ternilai harganya seumur hidup beliau.

 

No Comments