Vokalis Band Rock Melegenda Itu Bernama Freddie Mercury

Vokalis band rock asal negara Inggris bernama Queen telah menjelma menjadi sebuah legenda sepanjang sejarah permusikan atas seluruh penjuru dunia. Semua musisi ternama papan atas manca negara pastilah mengagumi sang senior – atau setidaknya mempelajari seluk beluk tentang sepak terjang nya.

Membahas mengenati Queen, tandanya kita juga wajib mengangkat topik akan sosok ikonik pengisi peran pemegang microphone ulung yaitu Freddie Mercury. Ia merupakan masternya penggubah lagu utama sekaligus menyandang predikat sebagai pentolan dalam tubuh grup musik rock Queen terpopuler sepanjang masa maupun bisa mengalahkan band rock jepang.

Vokalis Band Rock Melegenda Itu Bernama Freddie Mercury

Berdasarkan riset dari kelompok peneliti terpercaya, 1 dari 3 orang di muka bumi minimal pernah mendengar lagu gubahan Freddie. Baik sengaja maupun tidak, pastinya tahu penggalan We Are The Champions, Bicycle, Don’t Stop Me Now, hingga terlarisnya Bohemian Rhapsody.

Mengutip situs ternama Wikipedia, Freddie lahir dengan nama lengkap Farokh Bulsara pada 5 September 1946 Zanzibar, tepatnya kota Stone Town. Sedari masih kanak-kanak, Farokh kecil sudah menunjukkan bakatnya mengolah berbagai macam genre musik secara otodidak tanpa dampingan dari tenaga pengajar.

Menginjak perayaan ulang tahunnya ke delapan, Freddie Mercury semakin rajin mengembangkan kemampuannya setekun mungkin dengan berlatih beragam jenis alat musik. Puncaknya yaitu ketika ia bergabung dalam sebuah band sebagai pianis tatkala mengenyam pendidikan di sekolah dasar Saint Peter, Bombai, India.

Vocalist Band Rock Paling Berpengaruh Di Dunia Adalah Freddie Mercury

Vocalist Band Rock Paling Berpengaruh Di Dunia Adalah Freddie Mercury

Memasuki 1970, Freddie Mercury menemui takdirnya sebagai rockstars manakala Brian May dan Roger Taylor saling bertegur sapa dalam gang sempit. Brian begitu piawai memetik rangkaian senar gitar, sementara Taylor mampu membangkitkan semangat dengan tabuhan drum berapi-api ciri khas otentik miliknya.

Sebelum komposisinya lengkap sebagai Queen, mereka bertiga memprakarsai mini band bernama Smile, sebuah nama generik dalam penamaan sebuah grup musik. Sepanjang perjalanannya menuju seorang musisi handal, Freddie muda mendapat pengaruh bervariasi mulai dari artis Bollywood hingga senior beken pendahulunya.

Freddie Mercury tergila-gila serta mengidolakan vokalis band rock terdepan pada zamannya, seperti John Lennon, Jimi Hendrix, hingga Led Zeppelin. Intermezzo cukup menarik adalah fakta nyata bahwa ia begitu mencintai warna vokal dari penyanyi biduan Liza Minelli, ungkapnya dalam sebuah wawancara.

Freddie Mercury Telah Pergi Selamanya

Ketika menjadi personil Queen sebagai vocal lead, Freddie punya unsur kharismatik terlalu kuat sehingga nyawa band ini berpusat pada dirinya.  Seni teatrikal juga menjadi salah satu senjata andalannya dalam menyemarakkan atraksi saat pertunjukkan berlangsung di atas megahnya kerlap-kerlip gemerlap panggung.

Ibarat pisau bermata dua, entah bagaimana menjabarkan apakah perkawinan Freddie dengan lagu Queen merupakan sebuah kekuatan atau justru kelemahan fatal. Banyak single Queen menyandang gelar maha karya, namun serta merta kejayaannya meredup pasca meninggalnya sang pelantun tembang akibat penyakit AIDS.

Jenius Freddie Mercury Telah Pergi Selamanya

Sepanjang naik turunnya kancah permusikan dari segala pelosok permukaan bumi, belum pernah ada vokalis band rock se-jenius Freddie Mercury. Permainan tempo serba berpindah secara mendadak namun tetap menjaga keharmonisan lagu, nampaknya memerlukan semacam skill khusus tingkat lanjutan layaknya dewa.

Lagu yang kami maksud barusan tidak lain adalah the one and only Bohemian Rhapsody, penyabet belasan penghargaan bergengsi internasional. Kebrutalan Freddie mengulik lagu ini tertuang dalam wujud ritme pelan cepat, tempo naik turun, campuran genre, serta volume kecil besar.

Pergi Selamanya

Tokoh penting tersohor dalam sejarah khususnya yang banyak menelurkan prestasi, biasanya cepat sekali pergi meninggalkan kejamnya kerentanan dunia fana. Mitos tersebut sepertinya benar adanya, karena penyanyi kondang sekelas Freddie Mercury pun ikut tertimpa nasib malang yaitu berusia pendek.

Musim dingin 1991, tepatnya 24 November merupakan saksi sejarah wafatnya mendiang terhormat jagat permusikan global umat manusia, Freddie Sang legenda. Virus HIV berhasil menembus benteng pertahanan sistem kekebalan tubuhnya, sehingga perlahan AIDS membunuh vokalis band rock dengan menyakitkan penuh penderitaan.

Menyelesaikan hembusan napas terakhirnya, Freddie Mercury resmi berhenti detak jantungnya kala umurnya genap menyentuh angka 45 tahun lamanya di London.  Keluarga besar Freddie masih menerima warisan aktif berupa royalti atas segala karya ciptaannya, mewakili sang vokalis band rock menikmati hasil jerih payahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *